Untuk Melestarikan Bantaran Citarum, Satgas Citarum Sektor 7 Lounching Perdana Kontes Burung Berkicau

BALEENDAH – Satgas Citarum Sektor 7 melibatkan peran serta masyarakat dalam melestarikan bantaran Citarum, selain pemanfaatan lahan untuk pertanian dan perikanan, kini berdiri sarana kontes burung berkicau berbagai jenis.

Sebagai salah satu upaya menjaga aliran sungai Citarum beserta bantarannya harus melibatkan masyarakat banyak, karena merekalah yang nanti akan menggantikan peran Satgas Citarum setelah 7 tahun bertugas.

Hal itu disampaikan Dansektor 7 Kolonel Kav Purwadi ketika melakukan Lounching perdana tempat kontes berbagai jenis burung berkicau di Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Selasa (18/8).

“Kami bekerja sama dengan EO RBC (Rancamanyar Bird Club’) untuk bersama mengelola tempat ini, keterlibatan RBC sebagai upaya edukasi agar masyarakat luas mengetahui bahwa kondisi Citarum sudah banyak berubah semenjak TNI diturunkan sebagai satgas Citarum,” ungkap Purwadi saat di temui usai launching, Selasa (18/8).

Purwadi menyatakan, bahwa mulai Selasa ini, tempat kontes burung berkicau sudah bisa digunakan, tadi ada empat kategori yang dilombakan, mulai Lovebird, Murai dan Kacer, untuk kedepannya akan lebih banyak lagi lomba serta latihan bersama penggemar burung,

“Kami akan kembalikan bahwa sungai Citarum bisa menjadi tempat berkegiatan warga masyarakat, serta ada nilai ekonomisnya juga,” imbuh Kolonel Kav Purwadi.

Menurutnya, saung Burung ini juga sebagai sarana edukasi atau memperkenalkan program-program di bantaran Sungai Citarum, seperti program ketahanan pangan. Purwadi memastikan kegiatan perlombaan burung ini akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena hanya akan akan diikuti oleh 20 sampai 30 peserta, serta mewajibkan peserta menggunakan masker serta menjaga jarak.

“Saung Burung ini bisa muat 72 peserta. Namun untuk saat ini, kami akan membatasi peserta,” jelasnya.

Sementara Feri Owner RBC mengatakan bahwa, penggemar burung berkicau sangat berterimakasih kepada Satgas Citarum khususnya Dansektor 7 Kolonel Kav Purwadi beserta jajaran yang sudah memperhatikan komunitas pecinta burung.

“Kami akan manfaatkan sebaik mungkin lahan ini, sambil terus membantu satgas Citarum melakukan edukasi kepada masyarakat, serta kontes ini juga nantinya akan dilihat banyak orang dari berbagai daerah, bahwa Citarum apabila ditata dengan baik akan menjadi tempat yang menyenangkan,” kata Feri.

Feri juga menjelaskan, Event pertandingan burung ini, bisa menjadi sarana promosi dan sarana jual beli burung. Ferry mengaku memiliki burung jenis Murai Batu yang saat ini bernilai Rp90 juta. Meskipun, sudah ditawar puluhan juta, Ferry mengaku belum mau melepas burung kesayangannya tersebut.

“Pelihara burung itu harus telaten, dari mulai perawatan, memberikan makan setiap hari, dan yang paling penting adalah jangan pernah jenuh mengikutsertakan burung dalam suatu perlombaan, sebagai sarana latihan,” jelasnya.

Yang membuat burung memiliki nilai jual yang tinggi adalah karena sering memenangkan pertandingan. Karena, kualitas suatu burung hanya bisa dilihat pada saat perlombaan. Kriteria burung yang bisa menjadi juara, kata Ferry, yang paling penting adalah harus bunyi.

Dalam Lounching hari ini, katanya, diperlombakan beberapa jenis burung berkicau, untuk jenis Lovebird fighter RBT dimenangkan oleh Bejo dengan nama burung ABG, sementara untuk jenis murai RBT dimenangkan oleh Ujang Supriatna dengan nama burung Jago, masing masing pemenang mendapatkan tropi dan uang pembinaan.

“Kontestasi burung tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tapi juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Mulai minggu depan, kontes burung ini akan dilaksanakan setiap hari Minggu,” tandasnya. (Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *