38 Korban Meninggal Dunia dan 2 Orang Masih Hilang Pasca Longsor Sumedang

SUMEDANG, LIRIKNEWS.COM – Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan enam korban meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat pada Senin (18/1/2021). Selanjutnya korban di bawa ke Posko DVI Polda Jabar di Puskesmas Sawah Dadap untuk proses identifikasi.

Merujuk data dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari ini, Senin (18/1) total korban yang berhasil ditemukan tim gabungan berjumlah 38 orang dan 4 orang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, korban luka berat berjumlah tiga orang dan 22 orang luka ringan, serta 1.119 jiwa mengungsi. Hingga saat ini tim gabungan masih berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun longsor.

Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mendata kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan yakni makanan pokok dan obat-obatan, bantal, selimut, alas tidur, pakaian dalam, peralatan mandi, baby kit, jas hujan, masker, serta sepatu boot dan APD untuk relawan.

Sebelumnya, Bupati Sumedang telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor selama 21 hari berlaku mulai tanggal 9 Januari – 29 Januari 2020. BPBD Kabupaten Sumedang juga telah membangun 5 tenda pengungsi dilengkapi 1 unit truk toilet umum dan truk tangki air, berlokasi di Lapangan Taman Burung, Perumahan SBG.

Kondisi terkini di lokasi kejadian hingga saat berita ini diturunkan, Dusun Bojongkondang RT 03 RW 10 Desa Cihanjuang perlu terus diwaspadai, karena sebagaimana hasil pengamatan Badan Geologi masih adanya retakan di beberapa titik lokasi longsor.

Faktor cuaca masih menjadi kendala pada proses evakuasi terutama hujan menyebabkan jalan menjadi licin.

Kepala Basarnas Bandung, Deden Ridwansyah mengungkapkan, hari ke 10 Tim SAR gabungan fokuskan pencarian di rumah terdampak longsor pertama.

“Kami memfokuskan pencarian di sektor 2 atau di rumah terdampak longsor pertama dengan melakukan pengerukan dengan menggunakan alat berat serta didukung dengan keterangan dari keluarga korban yang mengetahui dengan pasti letak rumah serta posisi korban ketika terjadi longsoran pertama,” ungkap Deden saat memberikan keterangannya.

“Adapun alut yang digunakan yaitu 4 Unit Excavator, Peralatan Ekstrikasi, Peralatan komunikasi, Peralatan medis dan APD Personal,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Deden, korban di bawa ke Posko DVI Polda Jabar di Puskesmas Sawah Dadap untuk proses identifikasi.
Saat ini proses pencarian masih berlangsung menggunakan 4 unit alat berat. Jumlah Korban Meninggal dunia 38 Orang dan jumlah korban dalam pencarian ada dua orang.

Berdasarkan hasil identifikasi Tim DVI Polda Jabar, korban yg berhasil di identifikasi atas nama :

1. Abraham Sihombing (8 th) Alamat Desa Cihanjuang
2. Roida Manaor Tampubolon (60 th) Alamat Desa Cihanjuang
3. Daniel Alvaro Pasaribu (5)
4. Boston Fanbel Pasaribu (1)
5. Melati Natasya Sihombing (12)
6. Cincin Rosa Arga Pasaribu (12)

“Hingga saat ini tim masih melanjutkan pencarian terhadap 2 korban lainnya. Unsurs SAR yang terlibat yaitu Basarnas Bandung, TNI/POLRI, BNPB, BMKG, KEMENPUPR, Tim DVI Polda Jabar, BPBD Prov Jabar dan BPBD Sumedang, PMI Prov Jabar, Dinkes Sumedang, BBWS Citarum, Potensi SAR Jawa Barat yang tergabung dalam FKP3 (Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan),” tandasnya. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *