Untuk Meningkatkan Perekonomian, 3 Jalan Kertasari Siap Dibangun

KABUPATEN BANDUNG, LIRIKNEWS.COM – Kecamatan Kertasari sangat berpotensi untuk dibangun sebagai destinasi wisata Kabupaten Bandung. Namun untuk menunjang peningkatan potensi tersebut harus ada perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Destinasi wisata yang ada di Kertasari salah satunya Situ Cileunca atau Nol Kilometer Sungai Citarum, dan masih banyak potensi lainnya yang harus digali.

“Permasalahannya saat ini di Kertasari masih banyak jalan yang rusak berat yang harus segera diperbaiki untuk menggali potensi wisata,” kata Bupati Bandung Terpilih Dadang Supriatna, saat wawancara, Minggu (27/12).

Kang DS panggilan akrab Dadang Supriatna mengatakan, saat melakukan peninjauan dan sapa warga, ada tiga jalan yang tembus Kertasari yang menghubungkan Kertasari-Pangalengan dan Kertasari-Garut masih rusak jalannya.

“Pertama, saat meninjau jalan yang masih parah rusak parah itu jalan akses yang nyambung ke Kabupaten Garut sepanjang dua kilometer. Lebarnya sangat memadai, saya rencanakan lebar jalannya menjadi delapan meter, bahu jalannya masing-masing dua meter, jadi 12 meter,” kata Kang DS.

Menurutnya perbaikan jalan akses Kertasari-Garut ini merupakan prioritas karena merupakan penghubung antar kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut. Lebih dari itu jalan untuk tembus ke Garut juga ada di Desa Cihawuk Kertasari.

Jalan tembus lainnya yakni akses jalan tembus ke Perkebunan Kertamanah Kecamatan Pangalengan di Jalan Pejaten, Desa Neglawangi, Kertasari yang panjangnya sekitar tiga kiloan.

“Total kebutuhan untuk infrastruktur jalan di Kertasari sekitar 20 kiloan. Ini menjadikan prioritas pertama karena ini kita akan membuka peluang investasi dan membuka destinasi-destinasi wisata baru,” jelasnya.

Selain Situ Cisanti, kata dia, di Desa Tarumajaya pun ada kolam air panas atau cipanas. Ada juga goa peninggalan jaman Belanda.

“Semua potensi itu akan kita aktifkan lagi, kita gali sebagai destinasi wisata baru. Selain itu, apabila jalannya sudah bagus akan meningkatkan perekonomian untuk masyarakat,” ucap Kang DS.

Ditanya soal jalan yang lahannya milik swasta atau BUMN seperti PTPN VIII dan Perhutani, Kang DS bilang hal itu akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak terkait.

“Menurut saya selama itu untuk kepentingan umum, untuk pengembangan daerah dan percepatan ekonomi, apalagi ini kan keinginan masyarakat, saya kira pihak PTPN maupun Perhutani pun bisa memahami,” pungkasnya. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *