Program Jaga Lembur Jangan Dituduh “Ngebom” Untuk Money Politik

Program Jaga Lembur Jangan Dituduh “Ngebom” untuk Money Politik

KABUPATEN BANDUNG, liriknews.com – Terkait viral video yang terjadi Minggu malam Anggota DPRD Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hj Renie Rahayu Fauzi menanggapi peristiwa tersebut. Ia menilai bahwa sembako yang dikirim dalam mobil tersebut merupakan akomodasi untuk kader partai sekaligus relawan jaga lembur di kecamatan khususnya dapil 5, Majalaya, Ibun, Paseh dan Solokanjeruk.

“Dalam video tersebut, ada seorang pria mengatakan bahwa sembako tersebut ditujukan untuk ‘ngebom’ itu salah. Justru sembako itu kita niatkan untuk membantu para kader sekaligus relawan untuk melakukan jaga lembur agar melakukan jaga lembur, ya semacam ronda untuk pencegahan money politic dalam pilkada ini,” kata Renie saat di wawancara di Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (7/12).

Renie menjelaskan bahwa program pendistribusian sembako itu karena dirinya mengaku bertanggung jawab kepada relawan agar tetap “stand by” tidak terserang kantuk. Yang paling penting mesti diingat, lanjut Renie sembako tersebut sebagai bahan baku dan bekal untuk ‘ngaliwet’ yang akan dibagikan kepada para koordinator ditingkat kecamatan, desa hingga RW.

“Apakah salah memberikan cost politik terhadap relawan? Kan sekalian mereka sambil ‘ngaliwet’ mereka diberi tugas untuk mengawasi dan mengantisipasi serangan serangan money politic yang diluncurkan pihak lawan,” jelasnya.

Ranie juga mengaku, bahwa pengalaman di tahun 2015 pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati lalu bahwa serangan fajar terjadi setelah Isya sampai subuh.

“Tentu saja, kami berinisiatif untuk memberikan bahan baku jaga lembur atau ronda untuk kordinator sekaligus relawan agar tidak mengantuk sekaligus membantu penyelenggara pemilu agar tidak terjadi money politik,” ucapnya.

Renie menyayangkan sikap sejumlah orang yang salah tafsir atas pendistribusian sembako tersebut. Ia menilai itu cost politik jangan diframing berlebihan seakan akan itu bahan baku buat money politik.

“Sudah menjadi kewajiban partai memperhatikan kadernya yang bekerja berbulan bulan mereka disuruh jaga konstituen sampe pencoblosan,” tandasnya. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *