Menu
Close
  • Halaman

  • Redaksi

Liriknews.com

Berita Sesuai Fakta

Dalam Masa Reses, Dede Yusuf Sambangi Sejumlah Sekolah

Dalam Masa Reses, Dede Yusuf Sambangi Sejumlah Sekolah

Smallest Font
Largest Font

BALEENDAH – Dalam rangka reses masa persidangan lll tahun 2019-2020, Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Dapil Jawa Barat II, H. Dede Yusuf Macan Effendi melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah yang berada di wilayah, Kabupaten Bandung, Jumat (5/6).

Dede Yusuf mengatakan, dalam masa resesnya, pihaknya telah melakukan kunjungan ke setiap sekolah yang berada di Dapil Jawa Barat II, yakni kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, untuk memastikan proses PPDB sesuai protokol kesehatan dan memastikan semua infrastruktur daring  harus difasilitasi tengah Pandemi COVID-19 saat ini.

“Dalam masa reses kali ini, kami melakukan kunjungan ke setiap sekolah dari mulai SD, SMP dan SMK. Hal ini dilakukan untuk melihat proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), dan untuk persiapan menghadapi new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB),” ungkap Dede Yusuf.

Menurutnya, dimasa Pandemi Covid-19 ini, kesehatan adalah hal yang paling penting. Maka dari itu, semua kebijakan termasuk di bidang pendidikan harus dibuat dengan memerhatikan protokol kesehatan, terlebih anak-anak merupakan salah satu kelompok umur yang rentan.

Dede juga mengatakan, apabila daerahnya masih zona kuning maka kegiatan belajar mengajar (KBM) diminta secara daring atau jarak jauh (PJJ), tetapi apabila sudah zona hijau maka di perbolehkan melaksanakan KBM secara tatap muka.

“Pemerintah sudah mengumumkan bahwa akan menggelar proses belajar mengajarnya secara tatap muka tanggal 13 Juli, namun, apabila masih zona kuning, maka sekolah tahun ajaran baru tetap dilakukan dengan daring atau PJJ,” kata Politisi dari Partai Demokrat.

Namun, lanjut Dede, pihaknya akan memastikan bagi sekolah yang berada di zona hijau yang akan menggelar proses KBM secara tatap muka pada tanggal 13 Juli, tetap harus dilakukan simulasi.

“Simulasi yang dilakukan diantaranya jumlah siswanya harus 30 persen, kemudian dilakukan shift siapa yang belajar di sekolah dan di rumah, termasuk lamanya waktu belajar juga harus disimulasikan,” jelasnya.

Diakhir kegiatan reses, Dede Yusuf memberikan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui jalur aspirasi kepada setiap sekolah, diantaranya bantuan sarana dan prasarana pendidikan, memberikan Laptop, Komputer dan merehab bangunan kantin. (Jul)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow