Sebanyak 16 Ribu Lebih Kepala Keluarga Terendam Banjir di Kabupaten Bandung

DAYEUHKOLOT, LIRIKNEWS – Banjir kembali merendam ribuan rumah warga di wilayah Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Jawa Barat, Selasa (25/5/2021) pagi. Berdasarkan data dari BPBD kabupaten Bandung, sebanyak 16. 887 KK terdampak banjir ini.

Salah seorang warga Kecamatan Dayeuhkolot, Diyah Wahyuningsih (54) mengatakan, banjir terjadi akibat meningkatnya debit air setelah hujan mengguyur sejak Senin malam hingga selasa pagi.

“Air datang secara tiba-tiba, akhirnya sebagian perabotan rumah tangga, kasur, motor ikut terendam banjir, pasalnya banjir datang saat kita sedang terlelap tidur,” ungkap Diyah saat ditemui di lokasi banjir Dayeuhkolot, Senin (25/5/2021).

Saat ini, kata Diyah, ketinggian banjir bervariatif, mulai dari 40 senti meter hingga 1 meter. Akibat banjir ini aktivitas warga terganggu, sementara beberapa ruas jalan juga lumpuh akibat terendam banjir.

“Saya kira tahun ini tak akan banjir seperti tahun-tahun sebelumnya, karena menurut informasi pihak pemerintah sudah membuat danau buatan untuk menampung air,” jelasnya.

Sementara itu, Jumadi (42) salah satu warga Kecamatan Baleendah mengatakan hujan terjadi sejak sore, dan hingga malam, banjir mulai terjadi sejak tengah malam.

“Hujan sejak sore, lanjut lagi malam sekitar Pukul 22.00 WIB, kalau banjir mulai tengah malam Pukul 00.15 WIB,” kata Jumadi di lokasi banjir.

Menurutnya, sebagian warga juga telah mempersiapkan diri, seperti meninggikan rumah, hingga membuat lantai dua sehingga banjir datang mereka bisa mengungsi ke lantai dua rumah mereka.

“Tetapi, ada juga warga yang ketiduran sehingga tak sempat menyelamatkan perabotan rumahnya,” ungkap Jumadi.

Menurut pantauan, selain merendam pertokoan dan rumah warga, fasilitas umum pun seperti Puskesmas Dayeuhkolot, Kantor Pos Dayeuhkolot pun ikut terendam banjir.

Jalan raya Dayeuhkolot dan Baleendah pun lumpuh total, untuk dapat melintas warga menggunakan ojek delman, sementara beberapa warga lain harus menembus banjir dengan berjalan kaki.

Selain akibat curah hujan yang tinggi, banjir juga terjadi akibat buruknya drainase di kawasan pemukiman warga. Sehingga mengakibatkan aktivitas warga dari kecamatan lainnya terganggu karena banjir ini, pasalnya sebagian akses jalan lumpuh. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *