Fisip Unpas Gelar Pelatihan Management dan Keprotokolan

KABUPATEN BANDUNG – Sebanyak 20 kader karang taruna Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, mengikuti pelatihan manajemen event dan keprotokolan, yang digagas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan (Fisip Unpas) Bandung, Sabtu 6 Januari 2021.

Kegiatan pelatihan manajemen dan keprotokolan ini, di bimbing langsung oleh Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fisip Unpas Irma Purnama Sari, S.Ikom, M.Ikom, dan H. Rasman Sonjaya, S.Sos., M.Si.

Dosen Fisip Unpas Bandung, Irma Purnama Sari mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan agar para anggota karang taruna ini, kedepannya dapat mengelola manajemen event sesuai unsur keprotokolan dan menerapkan etika dengan baik.

“Kami memilih karang taruna dalam pelaksanaan pelatihan manajemen event dan keprotokolan ini, pasalnya mereka sebagai motor penggerak di desa. Disaat ada acara atau kegiatan, mereka yang mempersiapkan diri dan terjun langsung dalam hal kesiapan teknis kegiatan tersebut,” ungkap Irma saat ditemui di lokasi.

Dengan adanya pelatihan manajemen ini, kata Irma, para karang taruna ini dapat mengelola event, sehingga dilaksanakan pelatihan bagaimana menyusun acara, dan praktek menjadi MC. Pada sesi pertama pelatihan ini, penyampaian materi keprotokolan untuk menjadi MC, dan pada sesi kedua melaksanakan simulasi yang melibatkan kelompok peserta pelatihan dan praktek pengelolaan manajemen event.

“Kami berharap dengan adanya pelaksanaan pelatihan ini, disaat ada kegiatan atau acara, yang akan menjadi MC tak ditugaskan orang luar. Namun, bisa dilakukan oleh anggota karang taruna sebagai motor penggerak di desa Lengkong,” kata Irma.

Dikatakan Irma, dengan adanya pelatihan ini, para anggota karang taruna siap pakai dan siap melaksanakan tugas. Sehingga dalam proses pelatihan ini bisa dilaksanakan secara kontinu. 

Kedepannya, lanjut Irma, para karang taruna bisa membentuk event organizer (EO) untuk kegiatan pernikahan atau kegiatan lainnya di lingkungan desa Lengkong. Sehingga, apabila di wilayahnya ada acara, maka tidak akan menggunakan EO dari luar.

“Dengan memiliki jam terbang yang cukup tinggi, berkaitan dengan penerapan manajemen acara ini dilaksanakan secara terus menerus akan menjadi sumber pendapatan atau bisnis untuk mereka, sehingga karang taruna ini dapat berkembang,” paparnya. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *