Dugaan Pungli Bantuan UMKM Ramai Diperbincangkan

KABUPATEN BANDUNG, LIRIKNEWS – Dugaan pungli terhadap penerima bantuan UMKM di Kabupaten Bandung diungkap oleh Satgas Saber Pungli Jawa Barat.

Adanya hal tersebut Ketua Koordinator Lapangan (Korlap) Jawa Barat Koperasi Swara Seknas Sejahtera Yogi Saladin Iriana, tidak menanggapi ataupun membantah terkait pemberitaan tersebut.

Yogi mengatakan ia tidak perlu menanggapi, pasalnya itu tidak ada kaitannya dengan Koperasi yang selama ini dikelolanya.

“Mungkin namanya hampir sama, kalau kita Koperasi Swara Seknas Sejahtera, sementara yang rame di berita itu Koperasi Swarna Seknas Sejahtera,” ungkap Yogi ketika ditemui di tengah pertemuan rutin anggota dan korlap Koperasi Swara Seknas Sejahtera di Soreang, Senin (15/2/2021).

Yogi tidak merasa terganggu dengan ramainya pemberitaan terkait dugaan pungli tersebut dan ia pun memilih untuk tetap fokus kepada rencana program kerja koperasinya kedepan.

“Nggak sih, kita nggak merasa terganggu, kita fokus saja pada program kerja kita kedepan, biarkan saja oranglain berpendapat, itu hak mereka, kebanyakan masyarakat hanya tahu nama Seknas-nya saja, padahal mungkin ada beberapa koperasi yang didirikan oleh Seknas, termasuk salah satunya yang kami kelola,” paparnya.

Seknas sendiri menurut Yogi adalah sebuah organisasi yang dibentuk oleh para relawan pendukung Jokowi pada saat mencalonkan diri menjadi Presiden RI.

“Jadi Seknas Jokowi itu adalah sebuah singkatan dari Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi Komunikasi Warga Indonesia. Mereka yang didalamnya dulunya adalah tim pemenangan Presiden Jokowi, lalu setelah Jokowi menjadi Presiden, tim pemenangan itu lalu diresmikan menjadi satu organisasi resmi,” jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya, Koperasi Swara Seknas Sejahtera merupakan koperasi yang didirikan oleh Bidang UMKM, Koperasi, dan BUMN Seknas Jokowi. Sehingga keberadaan Koperasi Swara Seknas Sejahtera tersebut sudah jelas legalitasnya.

Adapun program kerja koperasi tersebut, selain simpan pinjam, juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya untuk pengembangan usaha mereka.

“Kita carikan pasar bagi para pelaku UMKM biar mereka bisa menjual produknya, terus usahanya bisa terus hidup,” katanya.

Yogi tidak menampik selama beberapa bulan terakhir pihaknya memang tengah membantu para pelaku UMKM untuk bisa mendapatkan bantuan modal dari Pemerintah Pusat. Dimana Koperasi Swara Seknas Sejahtera membentuk korlap di daerah dan mengkoordinir para pelaku UMKM dan mendaftarkan nya langsung ke Kementerian Koperasi dan UMKM.

“Kami sudah mengkoordinir sekitar empat belas ribu lebih pelaku UMKM dan delapan puluh lima persennya sudah menerima BPUM, kebanyakan mereka itu yang selama ini belum tersentuh bantuan apapun dari Pemerintah,” katanya.

Dalam proses membantu para pelaku UMKM tersebut, menurut Yogi memang pihaknya menawarkan untuk menjadi anggota koperasi, namun hal tersebut tidak bersifat memaksa. Untuk menjadi anggota Koperasi Swara Seknas Sejahtera, setiap orang diminta untuk menyetor uang sebesar Rp.400.000 untuk mendapatkan kartu member, kaos, serta bisa mendapatkan program-program selanjutnya dari koperasi.

“Ya, kita memang menawarkan untuk menjadi anggota koperasi, tapi itu balik lagi ke dirinya pribadi mau ikut atau tidak, tidak ada paksaan, jadi dari masyarakat yang sudah kita bantu mendapatkan BPUM itu, hanya sekitar lima ribuan orang yang masuk menjadi anggota koperasi,” jelasnya.

Yogi sendiri mengaku sudah pernah dimintai keterangan oleh Tim Saber Pungli Jawa Barat terkait dugaan potongan yang dilakukan koperasi yang dikelolanya terhadap para pelaku UMKM penerima BPUM. Ia beserta beberapa orang koordinator lapangan pun sudah menghadiri dan memberikan informasi beserta seluruh data yang dimilikinya.

“Pernah kita dimintai keterangan oleh Tim Saber Pungli Jawa Barat, mereka meminta klarifikasi kepada kita soal pergerakan kita dalam membantu para pelaku UMKM itu, kita sudah kasih keterangan, data pun semua sudah kita berikan, katanya kita akan dihubungi untuk tindak lanjutnya, namun sampai sekarang belum ada komunikasi lagi,” imbuhnya.

Terkait kabar adanya oknum yang sudah diamankan oleh Polda Jabar terkait dugaan pungli tersebut, Yogi mengaku tidak tahu menahu.

“Personil lapangan kita masih lengkap dan solid, kok, intinya apapun yang terjadi, kita hanya fokus untuk membantu masyarakat yang memang membutuhkan bantuan,” tukasnya.

Yogi pun mengingatkan seharusnya bukan hanya BPUM yang disoroti oleh para pihak-pihak terkait, sebab bantuan sosial kepada masyarakat selama pandemi covid-19 ini cukup banyak dan tidak jelas pengawasannya.

“Ya sebaiknya kalau mau diusut, disoroti itu semua bansos, jangan BPUM saja, pengawasannya harus jelas. Namun demikian, saya berterimakasih kepada Tim Saber Pungli Jawa Barat yang sudah cekatan mengungkap oknum-oknum yang merugikan masyarakat,” tutup Yogi. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *