Pada Masa Reses, Dede Yusuf Salurkan Bantuan Sarana Pembelajaran Berbasis TIK di SDN Cimerang

PADALARANG – Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Dapil Jawa Barat II, Dede Yusuf Macan Effendy menyerahkan bantuan sarana pembelajaran berbasik TIK kepada SDN 3 Cimerang Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, pada Senin, 12 Oktober 2020, saat kunjungan kerja reses perorangan ke dapilnya.

Bantuan tersebut berupa 15 unit laptop Chrome Book dan 1 unit konektor yang pembelanjaan melalui aplikasi SIPLah, 1 unit wireless router dan 1 unit proyektor melalui e-katalog.

“Bantuan TIK ini diharapkan bisa membantu sekolah untuk lebih meningkatkan mutu pendidikannya,” ungkap Dede Yusuf.

Menurut Dede, bantuan TIK ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran berbasis TIK di Sekolah Dasar. Sekolah dasar penerima alat pembelajaran berbasis TIK tersebut terpilih didasarkan pada kriteria Kemendikbud yakni hasil verifikasi dan validasi dapodik, prestasi sekolah dan kondisi sekolah yang diprioritaskan.

“Di abad 21 ini, akan serba internet, guru dituntut lebih menguasai komputer sehingga siswa dapat belajar dengan TIK. Contohnya mengajar dengan LCD Proyektor sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran,” kata Dede.

Dede yusuf menjelaskan, peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai antara lain melalui penyediaan sarana pendidikan yang memadai, seperti tersedianya sarana pembelajaran berbasis tekonologi informasi dan komunikasi. Penggunaan sarana pembelajaran berbasis tekonologi informasi dan komunikasi sangat menunjang efektivitas dan efisiensi pembelajaran saat ini.

Kondisi saat ini, lanjut Dede Yusuf, sedang mengalami masa Pandemi Covid-19 yang telah mengubah pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Pembelajaran tatap muka diganti dengan Belajar Dari Rumah (BDR) dengan Metode Pembelajaran Jarak Jauh Dalam Jaringan (Daring) dan metode ini memerlukan peralatan pendidikan pendukung, yaitu peralatan pembelajaran berbasis TIK.

“Selain untuk ketersediaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, sarana ini terutama sangat dibutuhkan oleh satuan pendidikan sekolah dasar dalam pelaksanaan program Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),” Pungkasnya. (Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *