Kalak BPBD, “Kami segera lakukan assessment dan evakuasi”

SOREANG, LIRIKNEWS – Sejumlah wilayah Kabupaten Bandung kembali digenangi banjir. Hujan dengan intensitas ringan hingga deras pada sore 24 Mei hingga pukul 04.00 WIB esok harinya, membuat aliran anak sungai yang mengairi Sungai Citarum meluap.

“Tim kami di lapangan langsung melakukan koordinasi dengan aparat kewilayahan dan para relawan, untuk melakukan assessment dan evakuasi di lokasi banjir,” ucap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohara di Soreang, Selasa (25/5/2021) kemarin.

Dari laporan yang ia terima hingga 25 Mei pukul 10.00 WIB, sejumlah wilayah mengalami ketinggian genangan yang beragam. Desa Dayeuhkolot, Citeureup dan Kelurahan Pasawahan menunjukkan Tinggi Mata Air (TMA) 20 hingga 150 cm, menggenangi 4.165 rumah, 8 tempat ibadah dan 2 sekolah.

Di Kelurahan Andir dan Baleendah Kecamatan Baleendah, menunjukkan TMA 40 hingga 150 cm, menggenangi 4.439 rumah, 20 masjid, 1 sekolah, 8 TK, 5 madrasah dan 2 PAUD.

Di Desa Bojongsoang, Bojongsari dan Tegalluar Kecamatan Bojongsoang, menunjukkan TMA 30 hingga 90 cm, menggenangi 188 rumah. Sementara di Desa Sayati Kecamatan Margahayu dengan TMA 40 cm menggenangi 20 rumah.

Sedangkan beberapa ruas jalan yang tergenang antara lain Jalan Raya Ciparay-Dayeuhkolot tidak bisa dilalui, Jalan Andir-Katapang TMA 150 cm, Jalan Raya depan Metro TMA 50 cm, dan Jalan Cigebar-Cijagra TMA 80 cm.

“Kami segara menginstruksikan jajaran untuk memberikan bantuan berupa makanan siap saji dan alkes (alat kesehatan), baik itu di Gedung pengungsian Dayeuhkolot maupun di Gedung Inkanas Baleendah. Saat pemberian bantuan, kami ingatkan untuk tetap mematuhi prokes (protokol kesehatan),” terang Kalak.

Di pengungsian Dayeuhkolot, urainya, tim membagikan sebanyak 7 paket makanan siap saji, 3 paket air mineral, 5 liter disinfektan, 1 jerigen handsoap dan 500 buah masker.

Sedangkan di Baleendah, tim menyalurkan 3 paket makanan siap saji, 3 paket air mineral, 5 liter disinfektan, 1 jerigen handsoap dan 500 buah masker.

Di pengungsian Dayeuhkolot, Akhmad Djohara menyebutkan, terdapat 13 KK, 42 jiwa, 4 lansia, 1 balita, 1 bayi, 2 ibu menyusui, 1 disabilitas, 1 SD, 3 SMP dan 3 SMA.

“Sedangkan di pengungsian Baleendah terdapat 10 KK, 32 jiwa, 4 lansia dan 4 balita. Untuk pengungsi di Kecamatan Bojongsoang, hingga laporan kami terima masih dalam pendataan,” pungkas Akhmad Djohara. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *