Peningkatan Life Skill Para Guru dan Siswa

KABUPATEN BANDUNG, LIRIKNEWS – Guna meningkatkan life skill para guru maupun siswa di lingkungan sekolah agama di lingkungan pesantren, pesantren Assuruur menjalin kerjasama dengan Lion Indonesia dan Tokyo Occupation Safety and Health Center.

Perwakilan Lion Indonesia Endah Setyaningsih mengatakan, bahwa kerjasama sudah berlangsung selama satu tahun dalam bidang pendidikan dann bentuk ‘Participatory Action Oriented Traning Festival’.

“Pelaksanaan kerjasama antara Lion Indonesia dengan Pesantren Assuruur itu lebih kepada peningkatan life skill para guru maupun siswa. Para guru maupun murid-murid di Pesantren Assuruur, jadi pelatihannya dilakukan supaya sekolah lebih baik lagi dalam kondisi belajarnya,” jelas Endah saat di wawancara di Pesantren Assuruur, Jalan Sindangreret, Desa Sukasari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Sabtu (10/4/2021).

Menurut Endah, Lion adalah organisasi masyarakat non-Profit yang dibentuk dengan tujuan untuk membangun jaringan, melakukan pendidikan, pelatihan dan menyebarkan informasi kepada masyarakat akan kesehatan dan keselamatan kerja serta dampaknya terhadap Lingkungan.

“Ruang belajar yang sehat, aman dan berkelanjutan adalah program yang mempromosikan budaya sehat, selamat dan berorientasi lingkungan keberlanjutan untuk generasi usia sekolah. Program ini diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda dengan budaya sehat, selamat dan lingkungan yang berkelanjutan untuk menghadapi dunia praktis (kerja/ wirausaha selepas sekolah),” kata Endah.

Endah juga menjelaskan, program tersebut belum pernah ada di Indonesia, sehingga sekolah yang berpartisipasi dapat menjadi pionir program ruang belajar sehat, aman dan berkelanjutan. Jadi dalam pelaksanaannya, program ruang belajar sehat, aman dan berkelanjutan ini menggunakan metode praktis yaitu Participatory Action Oriented Training (PAOT)

“Ditahap awal kegiatan kerjasama, yaitu membentuk Tim Enumerator, di dalamnya ada guru-guru yang di tunjuk sebagai perwakilan sekaligus nantinya sebagai trainer bagi seluruh murid di Pondok Pesantren Assuruur, melakukan perubahan baik sesuai action checklist, agar pola perubahan yang di harapkan jelas dan terukur, sesuai prinsip PAOT yang bertujuan mempermudah proses pembelajaran,” jelasnya.

Selain itu juga, kata Endah, ada festival PAOT, dimana semua bentuk perubahan dan perbaikan akan dipamerkan untuk menjadi motivasi kepada seluruh siswa di Indonesia agar bisa melakukan kreativitas, seperti memanfaatkan barang-barang di sekitar sehingga nilai kemanfaatannya lebih bertambah.

“Dalam Festival PAOT ini para siswa yang di bimbing oleh guru enumerator, berhasil melakukan perubahan dan perbaikan lebih dari 150 bentuk perubahan, sehingga itu bisa meringankan atau mempermudah para guru maupun murid untuk melakukan proses belajar mengajar dengan baik,” paparnya.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Assuruur KH Nurbayan mengatakan, kerjasma dengan Lion Indonesia ini, bukan hanya memanfatkan limbah atau sampah, tetapi Lion Indonesia turut memberikan motivasi dalam berbagai hal. Di antaranya, dalam proses pembelajaran antara guru dengan siswa, sehingga pembelajaran pun terlihat aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan, selain selalu menjaga kesehatan dan lingkungan. 

“Di pesantren yang menjadi persoalan itu sampah, tapi dibikin oleh Lion Indonesia sampah itu sesuatu yang berguna dan bermakna. Jadi sampah yang berserakan itu didaur ulang. Sekarang ini pengelolaan sampah lebih tertib lagi,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya pengelolaan sampah itu, lingkungan sekolah maupun pesantren lebih nyaman dan indah. Ia pun berharap kedepannya ada tindaklanjut dari program yang sudah digulirkan oleh Lion Indonesia tersebut. 

“Dibina selama setahun ini, kami mendapatkan pengetahuan yang baru, skill, perubahan karakter. Yang semula buang sampah sembarangan, sekarang bisa tertata lagi dan pengelolaan sampah bisa didaur ulang,” tuturnya. 

Dilokasi yang sama, pengasuh atau pendiri Pesantren Assuruur lainnya Rika Gunawati mengatakan, dengan adanya kerjasama ini, pesantren ini bisa menjadi pelopor atau pilot project dalam menjalin kerjasama dengan Lion Indonesia. 

“Insya Allah ada program-program di tahun berikutnya. Kami juga berharap, ilmu yang didapat ini dapat disebarluaskan dan diimplementasikan ke sekolah-sekolah lainnya,” pungkasnya. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *