RS Bhayangkara Sartika Asih Mengabdi Untuk Negara

BANDUNG, LIRIKNEWS – Anggota Komisi III DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Sartika Asih, Kota Bandung, Senin (1/3). Hal tersebut dilaksanakan guna melakukan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi.

Cucun mengatakan, dari hasil pengawasan dan aspirasi yang diterima, dari yang baik harus dipertahankan, dan yang baik kemungkinan mau ditingkatkan lebih baik lagi dan konsekwensinya memerlukan suport anggaran.

“Bagaimana proses ekspansi, kemudian juga inovasi yang akan dilakukan oleh jajaran rumah sakit. Baik kepala rumah sakit maupun Satgas Covid-19 di rumah sakit tersebut,” ungkap Cucun usai kegiatan Reses di RS Bhayangkara Sartika Asih.

Kebetulan, dirinya mendapatkan kepercayaan untuk melakukan pengawalan dalam pengadaan anggaran.
Ia pun mengaku bangga dengan adanya Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Sartika Asih Bandung yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) dari Kepolisian Republik Indonesia.

Cucun juga mengaku, bahwa dirinya tidak mengetahui sampai kapan pandemi Covid-19 berakhir. Namun, ia merasa yakin dengan kehadiran Rumah Sakit Sartka Asih di Jawa Barat ini memberikan kontribusi yang luar biasa untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat Jawa Barat.

“Tugas saya memperjuangkan bagaimana nanti kebutuhan, dan kemudian aspirasi yang disampaikan dari sisi tenaga medis dan SDM, juga suporting anggaran yang harus disiapkan ketika rapat kerja di Komisi III DPR RI,” jelasnya.

Politisi dari Fraksi PKB ini pun mengatakan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi Rumah Sakit Bhayangkara TK II Sartika Asih Bandung sebagai pelayanan rujukan dalam penanganan pasien Covid-19 di Jawa Barat. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19, jarang rumah sakit atau orang mau dan menyatakan langsung siap mengabdi untuk negara.

“Saya punya keyakinan rumah sakit TNI dan Polri menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19, disaat kita mengalami shock dan panik didera kenaikan angka positif Covid-19,” kata Cucun.

Cucun juga mengungkapkan, bahwa rumah sakit Polri dan TNI tersebut tak kalah menarik dan canggih dengan rumah sakit umum lainnya, pasalnya sarana dan fasilitas pelayanan rumah sakit tersebut kepada masyarakat sangat memadai.

“Hal ini bagian dari tugas saya. Apalagi rumah sakit ini berada di Jawa Barat. Apa yang menjadi aspirasi saat saya melakukan reses maupun pengawasan ke lapangan, akan menjadi pembahasan pada rapat di Komisi III nanti. Baik aspirasi dalam kebutuhan regulasi/peraturan maupun anggaran/budgeting,” ungkapnya.

Dalam penanganan Covid-19 di rumah sakit tersebut, ia pun mengucapkan apresiasinya. Mengingat di rumah sakit tersebut, Unit Gawat Darurat (UGD) untuk penanganan pasien Covid-19 dengan pasien umum sudah terpisah.

“Masih banyak rumah sakit UGD-nya menyatu antara UGD untuk pasien Covid-19 dengan UGD untuk pasien umum,” paparnya. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *