Guna Menekan Penyebaran Covid-19, Jalan Al Fathu Ditutup di Jam Tertentu

KABUPATEN BANDUNG – Sat Lantas Polresta Bandung melakukan penutupan Jalan Raya Al-Fathu Soreang tepatnya depan Gedong Budaya Sabilulungan dilakukan penutupan di jam tertentu. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid 19.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Gunawan melalui Wakasatlantas Polresta Bandung, AKP Adhimas Sriyono mengungkapkan, hal ini dilakukan dalam rangka Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bandung guna menekan penyebaran Covid-19.

Penutupan ini, kata Adhimas, mulai dari simpang tiga Tol Soreang sampai dengan simpang empat Komplek Pemkab Bandung (satu jalur).

Aturan tersebut, ucap Adhimas, dimulai pada Selasa (2/2) pada pukul 15.00 WIB hingga Rabu (3/2) Pukul 06.00 WIB, dan mulai Rabu besok hingga Rabu (10/2) akan dimulai Pukul 17.00 WIB hingga Pukul 06.00 Pagi.

“Kenapa hari ini dimulai jam 15.00 WIB, karena kita akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu, sehingga tidak ada kebingungan dari masyarakat sekitar dengan ditutupnya jalan. Tapi untuk besok ditutupnya dari jam 17.00 WIB,” ungkap Adhimas saat ditemui di lokasi, Selasa (2/2/2021).

Dikatakan Adhimas, rekayasa yang dari keluar tol apabila ingin menuju ke Ciwidey bisa langsung belok kiri diarahkan ke Gading Cingcin, sampai dengan di Pasar pertigaan Soreang, baru belok kanan ke arah Ciwidey.

Adhimas menjelaskan, bahwa di depan Gedong Budaya Sabilulungan ini banyak taman-taman yang dibangun sehingga banyak masyarakat yang senang meluangkan waktunya di tempat tersebut. Oleh karena itu, katanya, lokasi ini dipilih sebagai lokasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kami berharap dengan pelaksanaan PPKM ini, dapat mengurangi kegiatan kumpul masyarakat di sekitaran wilayah sabilulungan disini, untuk menekan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Aturan penutupan kali ini, lanjut Adhimas, akan dievalusi. Apabila, kemudian harus ada penambahan jalur yang akan ditutup, maka akan dilakukan penyekatan.

“Setiap Posko akan disimpan personel, dan setiap jamnya akan disusuri apabila ditemukan adanya kerumunan masyarakat, maka akan dihimbau untuk membubarkan diri,” tutup Adhimas. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *