Bupati Bandung Terpilih Meresmikan Rumah Alifa Untuk Disabilitas

KABUPATEN BANDUNG, LIRIKNEWS – Bupati Bandung Dadang Supriatna telah meresmikan Rumah Alifa untuk anak-anak disabilitas atau berkebutuhan khusus di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Senin (22/2/2021).

Dadang mengaku sangat antusias dengan Yayasan Manggala Putra yang telah mendirikan Rumah Alifa dan menyediakan sarana prasarana terkait pendidikan agama untuk anak-anak disabilitas.

“Ini merupakan salah satu upaya untuk membentuk anak-anak disabilitas. Namun, terkait anak-anak disabilitas merupakan tanggungjawab pihak pemerintah,” ungkap Dadang saat memberikan sambutan saat launching Rumah Alifah.

Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak hak yang sama, diantaranya hak Kesehatan, hak Aksesibilitas penyandang disabilitas dalam sistem pendidikan, hak pekerjaan dan hak-hak yang lainnya seperti yang umumnya.

“Apabila ada sekolah yang tidak mau menerima anak disabilitas, maka sekolah itu harus di pertanyakan bahkan harus dicabut izinnya. Karena anak disabilitas memiliki hak yang sama pada umumnya. Adanya rumah Alifa ini akan memberikan hak-hak kepada mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” kata Kang DS panggilan akrab Dadang Supriatna.

Kang DS juga mengungkapkan, bahwa nantinya akan melihat secara menyeluruh di 31 Kecamatan se-kabupaten Bandung, apakah dinas sosial dan dinas-dinas terkait fokus tidaknya mengurus anak-anak disabilitas

“Karena, berbicara disabilitas bukan hanya ada di satu dinas, namun semua dinas terlibat, termasuk kesra, pasalnya ini adalah tugas semuanya,” ungkap Kang DS.

Maka, lanjut Kang DS, dengan hadirnya rumah Alifa, mudah-mudahan rumah ini dijadikan tempat pendidikan, baik pendidikan formal, non formal, dan terutama pendidikan keagamaan.

“Semoga bisa melahirkan anak-anak yang disabilitas, menjadi anak-anak yang bermanfaat umum,” ujarnya.

Kang DS juga berjanji apabila sudah dilantik, dirinya akan memantau lebih jauh dan akan melihat eksisting berapa yang sudah ada sarana prasarana pendidikan disabilitas dan berapa yang belum.

“Nah ini akan di fokuskan, karena ini merupakan hak anak-anak disabilitas dan ini kewajiban dari pemerintah daerah, baik itu pemerintah pusat hingga RT. Jangan merasa bangga dengan jabatan, apabila masih ada anak disabilitas yang tidak terurus,” paparnya.

Sementara itu, Pengurus Rumah Alifa, Ema mengungkapkan, dirinya sangat bangga telah diberikan kepercayaan oleh ketua Yayasan Manggala Putra untuk bergerak di bidang sosial dan kesehatan.

“Kami berharap rumah Alifa ini akan menjadi jembatan bagi masyarakat, agar semua stakeholder dan pemerintah lebih peduli untuk membantu anak-anak disabilitas khususnya di wilayah Kecamatan Pacet dan umumnya di wilayah kabupaten Bandung,” kata Ema.

Ema juga mengatakan, hingga saat ini faktanya masih banyak yang body shaming di masyarakat, sehingga menurunkan semangat juang mental para orang tua disabilitas, dan tidak sedikit masih banyak anak disabilitas terlantarkan.

Oleh karena itu, kata Ema, dengan adanya rumah Alifa salah satu yang di programkan adalah pengajian bulanan, yang nantinya akan diisi oleh moderator ahli siraman rohani yang bisa meningkatkan semangat juang para orang tua disabilitas, dan lebih meningkatkan motivasinya, sehingga para orang tua lebih maksimal memberikan pelayanan terhadap anak-anaknya.

“Kami sangat yakin, apabila orang tua kuat, maka anak-anak disabilitas pun akan lebih kuat,” tutup Ema. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *