Pemkab Bandung Apresiasi Capaian BUMD PT. CBS Hingga Rp7 Milyar

KABUPATEN BANDUNG, LIRIKNEWS.COM – Badan Usaha Milik Daerah PT. Cipta Bangun Selaras (CBS) berhasil memberikan keuntungan untuk Kabupaten Bandung.

Direktur Utama PT CBS, Adhitia Yudhistira mengatakan ada beberapa capaian PT. CBS ditahun 2020, diantaranya berhasil mencetak laba sebesar Rp7 milyar. Yang kedua, mengalami kenaikan aset sebesar 321 persen, dengan tanpa penyertaan modal dari pemerintah daerah.

“Kami punya tiga pilar arah usaha CBS kedepan, yaitu perdagangan, utilitas, dan pengembangan kawasan,” ungkap Adhitia saat ditemui di PIM Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (11/1/2021).

Adhitia menjelaskan, PT. CBS akan mulai fokus bagaimana menciptakan produk-produk pangan lokal di Kabupaten Bandung. Kedua, pihaknya akan fokus di trading perikanan, apalagi konsumsi ikan di Bandung Raya, di dominasi oleh masyarakat Kabupaten Bandung. Terakhir, pihaknya ingin menjadi penyedia pengadaan bansos pangan di Kabupaten Bandung.

“Intinya keberhasilan CBS itu sangat tergantung pada kebijakan intervensi dari Pemkab Bandung. kedepan kami mengharapkan previlage dibandingkan dengan perusahaan swasta yang ada disini. Saya yakin, kalau kita diberikan kesempatan oleh pemerintah, kita akan bisa lebih maju,” paparnya.

Sebelumnya, PT. CBS ini paling di sorot karena dinilai memiliki kinerja yang masih kurang baik. Namun, saat ini mulai memprihatinkan kinerja yang baik.

“Mulai memperlihatkan kinerja yang baik, dan sampai dengan 2020, sudah menghasilkan laba sekitar Rp7 milyar untuk perusahaan, sehingga nanti akan ada dividen atau keuntungan untuk pemerintah daerah selaku pemegang saham mayoritas dari PT. CBS,” kata Assisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Bandung, Marlan.

Marlan berharap, PT. CBS bisa lebih baik untuk kedepannya. Apalagi ada beberapa program yang dipegang, baik yang masih dalam perencanaan ataupun yang akan segera dilakukan. Seperti IPAL Majalaya hingga Gedung Menara Sabilulungan.

“Saya ingin kedepan aset ini, lebih baik dikelola oleh BUMD, daripada oleh dinas kurang efektif, lebih baik oleh BUMD dan itu bisa dirasakan. seperti PIM ini sudah lumayan,” tutup Marlan. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *