Pohon Cengkeh di Kabupaten Garut Mati 40 Persen

GARUT – Produksi cengkeh yang dihasilkan dari kabupaten Garut akan mengalami penurunan sangat signifikan. Pasalnya 40 persenan pohon cengkeh yang ada di Kabupaten Garut saat ini dalam kondisi mati. Hal tersebut menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Garut.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman mengatakan bahwa luas area kawasan tanaman cengkeh di Kabupaten Garut mencapai 5000 hektare.

“Sekarang 40 persennya mati karena beberapa faktor,” ujar Haeruman saat dikonfirmasi, Rabu (24/6).

Dia juga menjelaskan, bahwa diantara faktor yang menyebabkan matinya pohon cengkeh tersebut adalah akibat dari musim kemarau panjang yang terjadi beberapa waktu lalu. Diantara pohon cengkeh yang mati itu pun, diantaranya, berusia puluhan tahun.

“Untuk wilayah yang paling banyak pohon cengkeh yang mati itu di wilayah Garut Selatan, seperti di Kecamatan Cikelet. Pohon cengkeh di Garut ini memang paling banyak di Cikelet. Dalam kondisi normal, setiap tahun bisa menghasilkan 332.546,65 kilogram,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi Haeruman menyatakan, dengan banyaknya pohon cengkeh yang mati di Kabupaten Garut, dipastikan akan terjadi penurunan produksi. Idealnya sendiri, setiap hektarenya dari pohon cengkeh menghasilkan 411 kilogram bunga kering yang siap jual, atau sekitar 865.902 kilogram bunga kering dari seluruh Kabupaten Garut.

Saat ini, lanjutnya, harga jual cengkeh basah dan yang kering pun sedang mengalami penurunan. Untuk cengkeh basah, terjadi penurunan harga dari Rp 30 ribu menjadi Rp 20 ribuan /kilogram. Sedangkan cengkeh kering, dari biasanya Rp 100 ribu menjadi Rp 70ribuan /kilogram.

“Dengan kondisi turunnya harga tersebut, tidak sedikit petani cengkeh ini tidak kembali menanam lahannya dengan tanaman cengkeh. Mereka lebih memilih menanam durian dan petai. Alasan petani, tanaman tersebut lebih kuat saat musim kemarau terjadi,” tandasnya. (Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *