Setelah 4 Hari Pencarian, Nelayan di Laut Indramayu Ditemukan Meninggal Dunia

LIRIKNEWS – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Jules Abraham Abast S.I.K. menuturkan bahwa Pencarian dan penyelamatan (SAR) yang berlangsung selama empat hari untuk mencari seorang nelayan yang hilang setelah jatuh di laut akhirnya membuahkan hasil.

“Diketahui Korban, laki- laki bernama Taryana (25) warga Desa Waruduwur Dusun I RT.03/06 Kec. Mundu Kab. Cirebon, berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dievakuasi,” ungkap Kombes Jules Abraham Abast, Senin (1/4/2024)

Sementara itu, Kapolres Indramayu Polda Jabar AKBP M. Fahri Siregar membenarkan hal tersebut.

“Pada hari ke-4 pencarian, nelayan yang jatuh dan hilang di perairan Indramayu saat melaut berhasil ditemukan, meskipun dalam kondisi meninggal dunia, dan dievakuasi,” ungkapnya

Lokasi korban ditemukan berada di Perairan Sumuradem Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, sekitar 3 mil dari Pelabuhan PLTU Sukra, dan sekitar 22 mil dari lokasi kejadian.

Ia menyampaikan, bahwa Tim SAR yang terlibat dalam pencarian melibatkan 6 personil Satpolair yang dipimpin oleh Kasat Polair Polres Indramayu Polda Jabar, AKP Asep Suryana, SE., 7 personil Basarnas, 2 personil Tagana, 6 relawan Potensi SAR, Emergency Response Team, serta 12 nelayan.

“Alutsista yang digunakan termasuk 1 unit LCR Satpolair Polres Indramayu, 1 unit LCR Basarnas, 1 unit LCR relawan ERT, dan 2 unit perahu nelayan,” terangnya.

AKP Asep Surayana menceritakan bahwa berawal pada Senin, 1 April 2024, sekitar pukul 07.00 WIB, dilaporkan adanya temuan mayat yang terapung di Perairan Sumuradem.

“Tim SAR gabungan segera merapat ke lokasi dengan titik kumpul di samping Pelabuhan PLTU Sukra,” kata AKP Asep Suryana.

Setelah melakukan apel kesiapan, selanjutnya personil SAR gabungan berangkat menuju lokasi yang dimaksud dengan menggunakan LCR/Perahu Karet.

“Alhamduillah, mayat korban berhasil ditemukan sekitar 3 mil dari Pelabuhan PLTU Sukra dengan bantuan nelayan yang turut melakukan pencarian menggunakan perahu nelayan,” ungkapnya.

Mayat korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet, dan pihak keluarga mengenali korban sebagai Taryana yang terjatuh di Perairan Pancer Balok Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu sekitar 22 mil dari TKP setelah dilakukan pencarian selama 4 hari oleh tim SAR gabungan.

Pihak keluarga menolak dilakukannya Visum dan otopsi, jenazah korban langsung dibawa oleh keluarganya ke Cirebon.

“Dengan ditemukannya korban (meninggal dunia), kegiatan SAR dinyatakan ditutup.” ungkapnya. (**/Ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *