Ruang Isolasi Kabupaten Bandung Tersisa 15 Persen

KABUPATEN BANDUNG, LIRIKNEWS.COM – Ketersediaan ruang isolasi yang ada di kabupaten Bandung untuk pasien Covid-19 hanya tersisa 15 persen, yakni di ruang isolasi BLK Manggahang Baleendah, rumah sakit Majalaya, Soreang dan Cicalengka.

Bupati Bandung, Dadang M Naser mengungkapkan bahwa keterisian ruang isolasi untuk pasien Covid 19 di Kabupaten Bandung sudah menyentuh angka 85 persen.

“Saya kira solusinya bukan penambahan ruang isolasi. Karena kita koordinasi dengan pihak provinsi itu ada basecamp tentara yang siap. Kalau di sini penuh, bisa dipakai,” ungkap Dadang saat wawancara di Soreang, Rabu (21/1).

Dikatakan Dadang, terkait dengan pemakaman jenazah Covid 19, tidak harus difokuskan di tempat pemakaman Covid 19, seperti di Cikoneng. Kata Bupati Bandung dua periode tersebut, bisa dimakamkan di pemakaman umum, asalkan sesuai dengan standar Covid 19.

“Ada yang ingin dimakamkan di tempat bukan khusus Covid 19 tapi ingin di makamkan keluar, sudah bisa,” kata Dadang.

Dadang meminta masyarakat untuk lebih meningkatkan protokol kesehatan dan terus melakukan evaluasi diri, misalnya dengan melakukan tes rapid antigen. Terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kata Dadang, itu adalah kewenangan pusat.

Namun, lanjut Dadang, Kabupaten Bandung sendiri berbatasan dengan wilayah yang menerapkan PPKM seperti Kota Bandung dan Cimahi. “Kalau hal lain, kita persiapkan alat PCR nya kan kita baru dua, dan jadi ngantri. Misalnya, 400 yang diswab ternyata begitu mau dilihat ke PCR, penuh dan antri berhari- hari,” jelasnya.

Sementara itu, pj Sekda Kabupaten Bandung, Tisna Umaran menuturkan bahwa sebelum ada aturan PPKM, pihaknya sudah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menemukan kasus positif Covid 19 di lingkungannya untuk segera memperluas aturan Work From Home (WFH).

“Bahkan kita juga sisakan 25 persen. Jadi nyambung dengan PPKM itu. Kasus yang paling tinggi itu 12 orang. OPD nya melakukan kebijakan, jadi yang satu ruangan (dengan yang positif Covid 19) di lockdown, yang berdekatan WFHya di perluas, kemudian yang agak jauh itu normal,” kata Tisna. (Ris/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *