Forkopimda Jawa Barat Bagikan Bantuan 2000 Paket Sembako di wilayah Kabupaten Bandung

SOREANG – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat mendistribusikan sekitar 2.000 paket sembako untuk warga terdampak pandemi Covid-19 di Kabupten Bandung, Sabtu (20/6).

Menurut pantauan, Dalam kegiatan kali ini, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi, turut menjadi peserta touring sepeda motor bersama aparat TNI, Polri dan sejumlah unsur lain yang bertugas membagikan sembako tersebut.

Selain itu, Bupati Bandung Dadang M Naser, Dandim 0624/kabupaten Bandung Letkol Inf Donny Ismuali Bainuri dan Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menjadi peserta touring sepeda motor ke wilayah Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Sabtu (20/6).

Sebelum melepas secara resmi dan ikut serta memulai touring Forkopimda Jawa Barat membagikan sembako pada puluhan masyarakat, di Markas Kodim 0624 Tarumanagara Kabupaten Bandung.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan oleh Forkopimda Jabar. Namun kali ini dirinya dan unsur Forkopimda lain sengaja ikut serta dalam rombongan touring untuk menyegarkan pikiran setelah hampir tiga bulan terus bekerja di dalam ruangan dalam upaya memutus mata rantai Covid-19.

“Hari ini kami berbagai dengan sitem outdoor setelah tiga bulan bekerja dari kantor. Sekalian kami juga akan meninjau penerapan protokol kesehatan dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) di beberapa objek wisata di Kabupaten Bandung,” ungkap Ridwan yang kerap dengan sapaan akrabnya Emil.

Emil mengatakan, berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini telah membuat Jabar menjadi provinsi yang dinilai paling baik dalam pengendalian Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan. Selain angka penambahan kasus harian semakin turun, penilaian itu juga tak lepas dari kondisi di mana 70 persen wilayah Jabar saat ini sudah dinyatakan zona hijau dan biru.

“Saat ini angka kemiskinan di Jawa Barat meningkat dari 25 persen sebelum pandemi menjadi sekitar 63 persen. Di sisi lain upaya itu saja tidak cukup, karena dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan di sektor ekonomi,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Emil, pihaknya merasa sangat perlu menyeimbangkan antara langkah penanganan darurat kesehatan dan darurat ekonomi. Salah satunya adalah dengan menggandeng semua pihak untuk terus berbagi kepada warga yang terdampak secara ekonomi.

“Kami sangat mengapresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi yang selama ini sudah banyak berperan membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 secara ekonomi,” tandasnya. (Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *