Program Rutilahu Disperkimtan, Bupati Bandung Serahkan Kunci Rumah Layak Huni

  • Bagikan

LIRIKNEWS – Senyum bahagia mengembang di wajah Euis, warga Kampung Cipeundeuy Desa Mekarpawitan Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang mendapatkan program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung.

Kebahagian Euis terlihat saat Bupati Bandung H.M Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si, didampingi Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung, Wahyudin, ST., ME, memberikan kunci rumah yang telah layak huni, beberapa waktu lalu.

Rumah Euis merupakan salah satu di antara 7000 rumah warga yang menjadi sasaran program rutilahu menjadi rumah layak huni.

Euis, selaku penerima manfaat dan pemilik rumah tersebut turut mengucapkan terima kasih, setelah rumahnya diperbaiki melalui program rutilahu.

Bahkan Bupati Bandung turut membantu membukakan kunci rumah tersebut, setelah rumah itu diresmikan untuk ditempati oleh pemiliknya.

Kang DS panggilan akrab Bupati Bandung mengatakan, perbaikan rutilahu ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Bandung pada masa jabatannya. Pasalnya, setelah dilakukan verifikasi rutilahu di Kabupaten Bandung mencapai 37.000 unit.

“Kita mentargetkan setiap tahunnya 7.000 rumah untuk diperbaiki. Pada 2021 lalu, sudah diperbaiki 7.500 rumah, dan insya Allah 2022 ini 7.000 unit rumah yang menjadi sasaran dalam program rutilahu tersebut,” kata Kang DS.

Untuk memperbaiki rutilahu, lanjut Kang DS, ada dorongan dan bantuan dari Ketua Fraksi PKB DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

“Pada 2021 lalu, ada sekitar 2.100 unit rumah dan tahun 2022 insya Allah sebanyak 3.500 dari program BSPS yang digulirkan melalui aspirasi Pak Ketua Fraksi PKB DPR RI,” jelasnya.

Dikatakan Kang DS, bahwa peresmian rumah warga yang sebelumnya rumah tidak layak huni tersebut merupakan bagian dari program Saba Desa atau Bupati Ngamumule Desa (Bunga Desa) di Kecamatan Paseh.

“Ini dalam upaya serap aspirasi dari masyarakat. Soalnya, saya tidak mau hanya mendengar saja, tapi saya ingin melihat kondisi real di lapangan, berkaitan dengan keseharian masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung, Wahyudin mengatakan, rutilahu ini merupakan upaya
memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat, yang terjamin kebersihan dan sanitasinya, sehingga mereka bisa tinggal di rumah yang nyaman dan kualitas kesehatannya juga meningkat.

Tahun 2022 ini, kata Wahyudin, program perbaikan rutilahu ada 7000 unit dari berbagai anggaran, diantaranya, dari APBD Provinsi, APBN (BSPS), APBN (DAK), APBD reguler, APBD progran strategis, APBD-P Disperkimtan dan APBD-P DPMD.

“Dari 7000 unit, baru mencapai 3605 unit yang telah di perbaiki, apabila di persentase telah mencapai 51,50%, hingga akhir tahun sisanya akan segera diselesaikan,” kata Wahyudin.

Menurutnya, rumah yang layak huni merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Disperkimtan hadir untuk menyelesaikan persoalan rutilahu tersebut.

“Rumah layak huni dilihat dari aspek ketahanan bangunan/struktur, Kesehatan bangunan, diantaranya pencahayaan, penghawaan, dan sanitasi, serta kecukupan ruang. Untuk menunjang fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang layak,” pungkasnya. (Yul)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.