Polresta Bandung Gerebeg Penjual Hewan Dilindungi

  • Bagikan

LIRIKNEWS – Satuan reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung amankan puluhan burung paruh bengkok yang dilindungi. Puluhan burung tersebut diamankan dari ES 31 warga Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Selasa (26/4).

Puluhan burung tersebut diamankan karena dilindungi, serta diperjual belikan tanpa izin. Hal tersebut dikatakan Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo.

Kusworo mengatakan, awal mula pengungkapan perdagangan satwa yang dilindungi melalui media sosial, adanya laporan dari masyarakat. Sehingga, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan penelusuran pemilik akun di media sosial tersebut.

“Setelah diketahui, kita langsung melakukan penggerebekan di lokasi tempat jual beli hewan tersebut,” kata Kusworo.

Setelah di gerebeg, ungkap Kusworo, selain tersangka ES, pihaknya pun mengamankan barang bukti diantaranya, dua ekor burung kakak tua jambul kuning, 35 ekor burung kakak tua Tanimbar, dua ekor burung Nuri Bayan, satu ekor burung Kasturi kepala hitam.

“Tersangka sudah melakukan jual beli burung kurang lebih selama tiga tahun. Burung ini rata-rata di jual dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 3 juta,” kata Kusworo saat memberikan keterangannya, Selasa (26/4/2022).

“Kami juga menemukan alat bukti lainnya, yaitu satu buah ponsel yang didalamnya terdapat bukti transaksi perdagangan burung dan juga status WA pelaku yang menawarkan burung dagangnannya,” sambungnya.

Menurutnya, tersangka juga terbukti menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi sebagaimana diatur Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber
Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Karena perbuatannya ini, pelaku terancam lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta,” ungkap Kusworo.

Kusworo melanjutkan, sebagai upaya penyelamatan, burung-burung yang telah disita ini diserahkan kepada Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Soreang.

“Barang bukti tersebut akan dititip dan dipelihara sementara di Lembang Park Zoo. Nanti, jika diperlukan sebagai barang bukti di pengadilan, bisa berupa dokumentasi poto dan video,” pungkas Kusworo. (Ris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.